Selasa, 26 Oktober 2010

ARTI SALIB DALAM HIDUP KRISTIANI ?!?

Apakah Setiap Penderitaan itu bisa disebut SALIB ?
Penderitaan macam apa yang dapat dikategorikan sebagai Salib ?
Apa Dasar Teologisnya ?
Apa Konsekuensi praktis bagi kita ?


Wah, tentulah repot untuk kita sebagai awam, memahami betul pemisahan-pemisahan masalah. Yang mana yang disebut sebagai Salib, dan yang mana yang bukan. Kita pasti sudah beranggapan bahwa semua penderitaan adalah Salib.

Berbagai sumber sudah kami kumpulkan untuk memberikan pendekatan arti, agar kita bisa sedikit mendapatkan pencerahan dari masalah ini.

APAKAH TIAP PENDERITAAN ITU SALIB ?

Pertanyaan ini kita lontarkan untuk membedakan bermacam-macam bentuk penderitaan yang ada di dunia. Penderitaan macam apa yang dapat dikategorikan sebagai SALIB, artinya dapat diikutkan dalam apa yang kurang pada penderitaan Kristus.

Kita amati dulu berbagai macam penderitaan dengan segala macam motivasi dan sebab terjadinya.

Motivasi yang dimaksud adalah gerak hati dan dorongan di dalam diri yang membuat seseorang menerima dengan rela atau terpaksa akan penderitaan yang dialaminya.
Contoh :
Seorang anak kecil, harus bekerja keras mencari uang, karena kondisi ekonomi keluarga yang memaksanya untuk bekerja. Orang tuanya tidak dapat menyekolahkannya.
Untuk sementara, penderitaan yang dialami si anak, diterima dengan terpaksa karena kondisinya. Disini si anak menerima penderitaan dan kerja keras dengan motivasi agar dapat mengurangi beban orang tuanya, meskipun ia sendiri tahu bahwa gaji yang diterimanya itu tidak adil.

Dari berbagai penderitaan yang ada didunia, mungkin dapat kita bedakan sebagai berikut :
- Penderitaan yang timbul karena kesalahan sendiri.

Mis. Orang yang sakit paru-paru karena terlalu banyak merokok, atau orang yang menjadi miskin karena terlalu banyak berjudi, atau murid yang tidak lulus karena malas belajar dan sebagainya

- Penderitaan yang terjadi karena kesalahan orang lain.
Mis.dianiaya, diperlakukan tidak adil dan sebagainya

- Penderitaan karena tingkatan masyarakat.
Mis.Petani kecil yang hidupnya tergantung dari majikan, dan sebagainya

- Penderitaan yang terjadi karena bencana alam dan kecelakaan

Dari kriteria penderitaan diatas, mana yang bisa disebut salib atau bukan ?
Apa yang dijadikan kriteria ?

Tentulah "MOTIVASI" dan juga SEBAB... yang bisa kita jadikan kriteria....,
seperti halnya yang dialami oleh Yesus sendiri. Oleh karena itu sebelum merefleksikan dasar teologi dan konsekuensi praktis dari SALIB, kita perlu menjernihkan pikiran kita agar kita tidak beranggapan bahwa setiap penderitaan itu sebagai SALIB.

DASAR TEOLOGI.
(lih.Yoh.19:34 dalam konteks Yoh.19:31-37)
Fakta yang ingin disampaikan adalah setiap kejadian historis hidup Yesus dipakai oleh Yohanes untuk mewartakan makna teologis yang lebih mendalam (peristiwa simbolis).
Lambung Yesus ditikam dan segera keluarlah darah dan air. Kejadian ini ingin menunjukkan bahwa Yesus memang benar-benar telah wafat. Mengalirnya darah dan air melambangkan pencurahan seluruh kedalaman hati Yesus untuk kehidupan manusia. Darah melambangkan keprihatinan dan cinta Yesus sedangkan air melambangkan Roh.

Setiap Sabda Tuhan,
Setiap tetes darah,
Setiap langkah sengsara,
Setiap luka, hingga detak jantung yang terakhir,
bahkan penerimaan kematian Yesus di Salib,
selalu didasari oleh SEMANGAT KETAATAN PUTRA PADA BAPA....
demi penebusan dan penyelamatan umat manusia dari dosa....
Inilah yang memperlihatkan Ketegasan Pengorbanan Yesus untuk manusia, yang sering disebut "CINTA KRISTUS TERSALIB (Latin,"Caritas Christi Crucifixa)", dan merupakan Misteri Paskah...

Seluruh kehidupan Yesus digerakkan oleh Motivasi dasar "Mengemban tugas perutusan dari BAPA",
Tugas perutusan seperti apa ? Yaitu Membangun Kerajaan Bapa dan membawa semua orang masuk kedalam Kerajaan BAPA lewat Cinta Yesus yang sungguh Radikal yang berakhir di kayu salib.
Inilah penebusan yang menghasilkan "Keselamatan Manusia".

Seluruh hidup Kristus...
Bila dilihat dari Cinta-NYA.....
merupakan keprihatinan Yesus untuk menyelamatkan manusia.....

KONSEKUENSI PRAKTIS
Apakah kita yang akan ikut ambil bagian dari Misteri Paskah, mau membuang begitu saja semua keprihatinan dengan mereka yang menderita ?
Hal ini, perlu kita refleksikan secara khusus setiap saat, bila kita mau melihat relevansi semangat SALIB dalam hidup.
Semangat khusus ini perlu dicamkan dalam bathin, karena inilah dasar penghayatan.

Bagi diri kita,
Kesengsaraan, kesulitan hidup, pengingkaran diri pada kesenangan dunia, dapat menimbulkan berbagai macam konflik bathin dan kegelisahan hidup. Kesulitan ini perlu kita arahkan dan diubah ke dalam bentuk keterlibatan kita untuk mengambil bagian dalam penderitaan dan ingkar diri Yesus, yang mempunyai
4 makna SALIB bagi diri kita :

1. MAKNA EKSISTENSIAL
adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari karena memang terlekat pada hakikat pilihan hidup tersebut dan mengingat kondisi manusia itu sendiri yang memang adalah makhluk yang lemah. Sesuatu yang tidak dapat dihindari analog dengan Penderitaan dan salib Kristus yang merupakan keharusan dari BAPA yang diterima oleh YESUS dengan sukarela justru bukan "kehendak-Ku yang tterjadi melainkan kehendak BAPA..."


2. MAKNA PENEBUSAN
Sama seperti penderitaan Kristus yang menghasilkan penebusan bagi banyak orang, maka beratnya hidup yang dijalani oleh manusia hendaknya perlu dilihat sebagai ikut memanggul salib-NYA.


3. MAKNA PERTUMBUHAN
Penderitaan dan kesulitan hidup dapat menjadi berkat bila kita lihat dalam dimensi iman, namun menajdi kutukan bila dilepaskan dari iman.


4. MAKNA PENCERAHAN (sumber kegembiraan).
Penderitaan mampu menyiapkan diri kita, untuk menyambut kegembiraan yang telah dijanjikan oleh kebangkitan Kristus. Dengan kata lain salib mempunyai arti dimensi eskatologis dalam hidup umat beriman oleh karena dipersatukan dengan hidup Yesus.


Keempat makna salib diatas, menumbuhkan keyakinan yang tidak tergoyahkan bahwa Allah selalu membantu manusia dalam rahmat-Nya dan bahwa kesetiaan Allah dalam Kristus menjadi kekuatan terdalam bagi hidup manusia.

Hal-hal ini sebagai rangsangan untuk merefleksikan arti salib dalam spriritualitas kristiani. Kita berharap bahwa semangat itu memang tetap memiliki arti yang relevan dalam masyarakat modern dewasa ini.

Karena itulah.....
Yang terpenting bagi kita bukan pada jawaban...
"Apakah setiap Salib itu Penderitaan...?"
Akan tetapi...
Yang terutama adalah
Pemahaman, penghayatan dan pembathinan kita mengenai makna salib itu sendiri....

Masih ragu dengan semua penderitaan ?