Senin, 25 Oktober 2010

Semuanya Diawali dengan Allah


Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu yang diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
(Kolose 1:16.)

Sebelum Anda memikirkan Allah, pertanyaan tentang tujuan hidup tidaklah berarti.
(Bertrand Russell, seorang ateis)


Ini bukan mengenai Anda.
Tujuan hidup Anda jauh lebih besar dari pada prestasi pribadi Anda, ketenangan pikiran Anda, atau bahkan kebahagiaan Anda. Ini jauh lebih besar dari pada keluarga Anda, karakter Anda, atau bahkan mimpi-mipi terliar dan ambisi Anda. Jika Anda ingin tahu mengapa Anda ditempatkan diplanet ini. Anda harus memulainya dengan Allah, Anda dilahirkan oleh tujuan-Nya untuk tujua-tujuan-Nya.

Pencarian tujuan hidup telah membingungkan banyak orang selama ribuan tahun. Ini karena kita pada umunya memulai dengan titik awal yang keliru, yaitu diri kita sendiri. Kita mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berpusat pada diri sendiri seperti ingin menjadi apakah aku kelak? Apa sebaiknya aku lakukan dengan hidupku? Apakah sasaran-sasaranku, ambisi-ambisiku, impian-impianku untuk masa depanku? Tetapi memusatkan perhatian pada diri sendiri tidak akan pernah menyingkapkan tujuan hidup kita. Alkitab berkata, "Bahwa di dalam tangan-Nya terletak nyawa segala yang hidup dan nafas setiap manusia "

Bertentangan dengan apa yang banyak dikatakan oleh buku-buku film-film dan seminar-seminar terkenal, Anda tidak akan menemukan makna hidup Anda sendiri. Anda mungkin telah mencobanya. Bukan Anda yang menciptakan diri Anda, jadi Anda sama sekali tidak mengetahui, untuk apa Anda diciptakan! Jika saya memberi Anda suatu barang yang belum pernah Anda lihat, Anda tidak akan mengetahui keinginannya, dan barang tersebut juga tidak akan bisa memberi tahu Anda. Hanya pencipta atau buku panduan pemiiknya yang bisa mengungkapkan kegunaan barang itu.

Saya pernah tersesat dipegunungan. Ketika saya berhenti untuk menanyakan arah pada suatu perkemahan, saya diberi tahu "Anda tidak bisa kesana dari sini. Anda harus mulai dari sisi lain gunung tersebut!" Demikian juga, Anda tidak bisa sampai pada tujuan hidup Anda harus mengawali dengan Allah, Pencipta Anda sendiri. Anda ada karena Allah menghendaki Anda ada. Anda diciptakan oleh Allah untuk Alah - dan sebelum Anda memahainya, kehidupan kehidupan tidak pernah bisa dipahami. Hanya di dalam Allahlah kita menemukan asa-usul kita, identitas kita, makna kita, tujuan kita, pentingnya kita, dan masa depan kita. Setiap jalan lain membawa Anda kepada jalan buntu.

Banyak orang berupaya memnfaatkan Allah untuk aktualisasi diri mereka sendiri, tetapi ini merupakan pemutarbalikan alam dan pasti gagal. Anda dijadikan untuk Allah, bukan sebaliknya, dan hidup berarti membiarkan Allah memakai Anda bagi tujuan-Nya, buka Anda yang menggunakan Allah bagi tujuan Anda sendiri. Alkitab berkata, "Karena memikirkan hal-hal yang dari daging merupakan jalan buntu; perhatian kepada Allah membawa kita ketempat terbuka, yaitu kepada kehidupan yang bebas dan luas."

Saya telah membaca banyak buku yang menunjukan cara-cara untuk menunjukkan cara-cara untuk menemukan tujuan hidup saya. Semua buku tersebut bisa dikelompokan sebagai buku-buku untuk "menolong diri sendiri" karena buku-buku" tersebut bisa dikelompokan sebagai buku-buku tersebut mendekati pokok bahasan dari sudut pandang yang berpusat pada diri sendiri. Buku-buku untuk menolong diri sendiri, bahkan yang merupakan buku-buku untuk menolong diri sendiri, bahkan yang merupakan buku-buku Kristen. biasanya menawarkan beberapa angkah serupa yang bisa diramalkan untuk menemukan tujuan hidup Anda: Pertimbangkan impia-impian Anda. Perjelas nilai-nilai Anda. Tetapkan beberapa sasaran. Tentukan kelebihan-kelebihan Anda! Yakinlah Anda bisa meraih sasaran-sasaran Anda. Libatkan orang lain. Jangan pernah menyerah.

Tentu saja, rekomendasi tersebut sering kali sering menghasilkan sukses yang besar. Anda biasanya bisa berhasil dalam meraih suatu sasaran jika Anda berekomendasi pada sasaran tersebut. Tetapi mencapai sukses dan memenuhi tujuan hidup Anda sama sekali buka hal yang sama! Anda bisa mencapai sesmua sasaran-sasaran pribadi Anda, menjadi luar biasa berhasil dalam standar dunia, dan tetap tidak mengetahui tujuan-tujuan yang untuknya Allah menciptakan Anda. Anda membutuhkan lebih dari nasihat untuk menolong diri sendiri. Alkitab mengatakan, "Menolong diri sendiri sama sekali tidak menolong, mengorbankan dirilah caranya, untuk menemukan diri Anda, diri sejati Anda."

Ini tulisan/catatan untuk menolong Anda menolong diri sendiri. Juga bukan untuk menemukan karier yang tepat, meraih impian-impian Anda, atau merencanakan hidup Anda. Bukan berisi cara untuk menjejalkan lebih banyak kegiatan ke dalam jadwal Anda yang sudah sangat padat. Sebetulnya, tulisan/catatan ini akan mengajar Anda cara untuk mengurangi kegiatan Anda dalam kehidupan - dengan memusatkan kegiatan Anda pada apa yang paling penting.Tulisan/catatan ini berbicara tentang menjadi sesuatu yang sesuai dengan tujuan Allah menciptakan Anda.

Lalu, bagaimana Anda menemukan tujuan Allah menciptakan Anda? Anda memiliki hanya dua pilihan. Pilihan pertama Anda adalah spekulasi. Inilah pilihan sebagian orang. Mereka menebak menduga, mereka berteori. Ketika orang berkata "Saya selalu berpikir bahwa kehidupan adalah...," yang mereka maksudkan, "Inilah perkiraan terbaik yang bisa saya hasilkan."

Selama Ribuan tahun, filsuf-filsufhebat telah berdiskusi dan berspekulasi tentang makna kehidupan. Filsafat adalah suatu ilmu penting dan memilki manfaat tetapi apabila filsafat menentukan tujuan hidup, bahkan filsuf-filsuf yang paling bijak pun hanya menebak.

Dr. Hugh Moorhead, Seorang guru besar filsafat di Universitas Northeastern Illionis, pernah menulis kepada 250 filsuf, ilmuwan, penulis dan cendikiawan terkenal dunia, dan bertanya kepada mereka, "Apakah makna hidup?" Lalu dia menerbitkan tanggapan-tanggapan mereka, sebagian mengakui bahwa mereka dalam sebuah buku. Sebagian orang memberikan tebakan terbaik mereka, sebagian mereka mengakui bahwa meraka baru membuat suatu tujuan untuk hdup, dan yang lainnya cukup jujur untuk mengatakan bahwa mereka tidak memilki petunjuk. Sebenarnya, sejumlah cendikiawan terkenal meminta Profesor Moorhead untuk menulis kembali dan memberi tahu mereka apakah dia menemuka tujuan hidup.

Untunglah, ada suatu pilihan lain dari spekulasi mengenai makna dan tujuan hidup. Yaitu pernyataan. Kita bisa melihat pada apa yang telah Allah nyatakan tentang kehidupan di dalam Firman-Nya. Cara termudah untuk menemukan tujuan sebuah barang adalah bertanya pada Penciptanya. Hal yang sama berlaku untuk nmenemukan tujuan Hdup Anda: Tanyakan pada Allah.

Allah tidak meninggalkan kita di dalam kegelapan untuk bertanya-tanya dan menebak. Dengan jelas Dia telah menyatakan lima tujuan-Nya untuk kehidupan kita di dalam Alkitab. Alkitab ialah buku Panduan kita, yang mnjelaskan mengapa kita hidup, bagaimana kehidupan berjalan, apa yang harus dihindari, dan apa yang bisa terjadi pada masa depan. Alkitab menjelaskan apa yang tidak mungkin diketahui oleh buku untuk menolong diri sendiri atau buku filsafat. Alkitab berkata, "Hikmat Allah...tersembunyi jauh di dalam maksud-maksud-Nya...Apa yang Allah tentukan sebagai cara unutuk memunculkan hal terbaik yang Ia ciptakan di dalam kita bukanlah berita terbaru, melainkan lebih merupakan berita tertua."

Allah bukan sekedar titik awal dalam kehidupan Anda; Dialah sumbr kehidupan Anda. Untuk menemukan tujuan hidup Anda, Anda harus melihat Firman Allah, bukan hikmat dunia. Anda harus membangun kehidupan Anda diataskebenaran-kebenaran kekal, bukan psikolog umum, motivasi sukses, atau kisah-kisah yang memberi inspirasi. Alkitab berkata, "Di dalam Kristuslah kita menemukan siapa kita dan untuk apa kita hidup. Jauh sebelum kita mendengar tentang Kristus untuk pertama kali, dan membangkitkan harapan-harapan kita, Dia telah melihat kita, merancang kita bagi kehidupan yang penuh kemuliaan, bagian dari keseluruhan tujuan yang Dia kerjakan di dalam segala sesuatu dan semua orang." Ayat ini memberikan tiga wawasan kedalam tujuan Anda.

1. Anda menemukan identitas dan tujuan Anda melalui hubungan dengan Yesus Kristus.

2. Allah memikirkan Anda jauh sebelum Anda pernah berpikir mengenainya. Tujuan-Nya bagi kehidupan Anda telah ada sebelum keberadaan Anda. Dia merencanakan sebelum Anda ada, tanpa masukan Anda! Anda boleh memilih karakter Anda, pasangan Anda, hobi Anda, dan banyak bagian lain dari kehidupan, tetapi Anda tidak bisa memilih tujuan Anda.

3. Tujuan hidup Anda sesuai dengan tujuan yang jauh lebih besar dan menyangkut alam semesta yang telah Allah rancang bagi kekekalan.